PHDI Bali Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Nyepi 2025 di Tumpek Wariga

"Ilustrasi tangkapan layar Surat Edaran PDHI Bali tentang pedoman pelaksanaan Nyepi 2025: Tumpek Wariga". (Sumber image: SE PHDI Bali).
PHDI Bali Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Nyepi 2025 di Tumpek Wariga. Hari Raya Nyepi 2025, yang menandai Tahun Baru Saka 1947, akan segera diperingati oleh umat Hindu, khususnya di Bali. Sebagai bagian dari persiapan, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali telah menerbitkan pedoman resmi pelaksanaan rangkaian upacara terkait Nyepi 2025.
Pedoman pelaksanaan Nyepi 2025 ini tertuang dalam Keputusan Pengurus Harian PHDI Bali Nomor 17/SK/PHDI BALI/I/2025 dan disosialisasikan melalui Surat Edaran PHDI Bali Nomor 08/Um.PHDI Bali/I/2025.
Salah satu hal yang menonjol dalam perayaan Hari Raya Nyepi 2025 ini adalah pelaksanaan Nyepi yang bertepatan dengan Tumpek Wariga, sebuah hari suci yang berkaitan dengan pemuliaan tumbuh-tumbuhan.
Dalam artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai Surat Edaran PDHI tentang pedoman pelaksanaan Nyepi 2025 yang bertepatan dengan Tumpek Wariga berdasarkan arahan resmi dari PHDI Bali.
Pedoman Pelaksanaan Rangkaian Nyepi 2025
Pedoman pelaksanaan Nyepi 2025 ini mengatur rangkaian upacara dan upakara sebelum, saat, dan setelah Hari Suci Nyepi, termasuk Tumpek Wariga yang tahun ini jatuh bertepatan dengan Catur Brata Penyepian pada 29 Maret 2025.
![]() |
Berikut adalah ketentuan utama yang harus diperhatikan oleh umat Hindu terkait mengenai isi dari Surat Edaran PHDI Bali tentang pedoman pelaksanaan Nyepi 2025:
1. Tumpek Wariga dan Catur Brata Penyepian
Pada 29 Maret 2025, terdapat dua agenda utama yang harus diperhatikan:
- Upacara Tumpek Wariga dilaksanakan pukul 05.30–06.30 WITA.
- Catur Brata Penyepian dimulai pukul 06.30 WITA pada 29 Maret 2025 hingga pukul 06.00 WITA pada 30 Maret 2025.
2. Rangkaian Upacara Sebelum Nyepi 2025
A. Melasti (Melis/ Mekiyis/ Mekekobok)
Upacara Melasti dapat dilaksanakan hingga Jumat, 28 Maret 2025, sesuai dengan adat setempat.
B. Tawur Kesanga
Dilaksanakan pada Jumat, 28 Maret 2025, dengan berbagai tingkatan, yaitu:
- Tingkat Kabupaten/ Kota: Dilaksanakan pukul 11.00 WITA.
- Tingkat Kecamatan: Menggunakan upakara Caru Panca Sata di Catus Pata pada pukul 11.00 WITA.
- Tingkat Desa Adat: Upakara Caru Panca Sata pada pukul 16.00 WITA.
- Tingkat Banjar: Upakara Caru Eka Sata pada waktu Sandi Kala.
- Tingkat Rumah Tangga: Dilaksanakan di Merajan, Halaman Rumah, dan Lebuh (pintu masuk rumah) dengan menghaturkan segehan sesuai tradisi.
C. Ngerupuk (Pengrupukan)
Pada Jumat malam, umat Hindu melaksanakan ngerupuk dengan membakar obor, membunyikan kulkul, serta menaburkan bawang putih, mesui, dan jangu untuk menetralisir energi negatif.
3. Catur Brata Penyepian pada 29 Maret 2025
Selama 24 jam, umat Hindu wajib menjalankan Catur Brata Penyepian yang meliputi:
- Amati Gni – Tidak menyalakan api/ lampu dan menahan hawa nafsu.
- Amati Karya – Tidak bekerja dan lebih fokus pada penyucian diri.
- Amati Lelungan – Tidak bepergian dan melakukan introspeksi diri.
- Amati Lelanguan – Tidak mengadakan hiburan dan lebih banyak bermeditasi.
4. Ngembak Gni (30 Maret 2025)
Sehari setelah Nyepi 2025, umat Hindu akan melaksanakan Ngembak Gni, yaitu sima krama (saling memaafkan) dan dharma santi (perdamaian bersama).
Ketentuan Khusus Selama Nyepi 2025
- Upacara Piodalan/ Pujawali tetap dapat dilaksanakan dengan tingkat upacara kecil tanpa tetabuhan atau dharmagita.
- Wisatawan dan tamu yang berada di Bali diharapkan menghormati suasana hening dan sakral pada Hari Raya Nyepi 2025.
Dengan adanya pedoman Nyepi 2025 ini, diharapkan seluruh umat Hindu dapat menjalankan Hari Raya Nyepi dengan khidmat dan sesuai tradisi. Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947!!!.
Selengkapnya mengenai isi dari Surat Edaran PDHI Bali tentang Pedoman Pelaksanaan Rangkaian Rahina Suci Nyepi Tahun 1947 Åšaka/2025 Masehi dapat Anda lihat/unduh pada tautan link tombol download dibawah ini:
Kesimpulan
Pedoman pelaksanaan Nyepi 2025 yang diterbitkan oleh PHDI Provinsi Bali mengatur seluruh rangkaian upacara sebelum, saat, dan setelah Nyepi. Tahun ini, Hari Raya Suci Nyepi bertepatan dengan Tumpek Wariga, sehingga ada pengaturan khusus dalam pelaksanaannya.
Mulai dari upacara Melasti, Tawur Kesanga, Ngerupuk, hingga Catur Brata Penyepian, semuanya diatur agar umat Hindu dapat menjalankan ritual secara khidmat dan sesuai dengan tradisi di masing-masing desa adat. Setelah Nyepi, umat Hindu melaksanakan Ngembak Gni, yang menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan.
Dengan adanya pedoman Nyepi 2025 ini, diharapkan seluruh umat Hindu dapat menjalankan Nyepi Tahun Baru Saka 1947 dengan penuh kesadaran spiritual, menjaga kesucian alam, dan memperkokoh kehidupan harmonis dalam masyarakat.
Demikian informasi tentang PHDI Bali Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Nyepi 2025 di Tumpek Wariga ini. Semoga artikel ini bermanfaat khususnya bagi seluruh siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan yang beragama Hindu di SD Negeri 3 Nyalian Kabupaten Klungkung. Salam Edukasi. Salam Pancasila.
Post a Comment for "PHDI Bali Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Nyepi 2025 di Tumpek Wariga"